KABUPATEN BATANG HARI | PROVINSI JAMBI

Usai Pelantikan Dapat 'Wasiat' Bupati, Integrasi Ternak dalam Areal Pertanian

DESA PASAR TERUSAN

DETAIL BERITA

DESA PASAR TERUSAN / Detail Berita
Usai Pelantikan Dapat 'Wasiat' Bupati, Integrasi Ternak dalam Areal Pertanian
  09 Sep, 2025

Kamis, 04 September 2025 | 21:41 WIB  

 

Penulis : Ardian
Editor : Ardian Faisal

BAK mimpi di siang bolong. Usai pelantikan Kepala Desa Antar Waktu Pasar Terusan, Senin (28/7/2025) di Serambi Rumah Dinas Bupati, Hidayatullah mengaku dapat 'wasiat' dari Bupati Batang Hari Mhd Fadhil Arief.

"Kau harus membawa perubahan, terutama sektor ketahanan pangan. Kerjakan sesuai dengan potensi yang ada di desa, jangan sampai potensi desa A, tapi yang dikerjakan B," kata lelaki karib disapa Dayat menirukan ucapan Bupati.

Ia menjawab dengan lugas siap melaksanakan 'wasiat' Fadhil Arief. Baru saja menghela nafas, sang kepala daerah menantang Dayat merubah mindset masyarakat, khususnya petani padi.

"Bupati bahkan menantang saya, bagaimana petani Desa Pasar Terusan harus tanam padi dua kali setahun. Ini pesan spesifik beliau, tak ada tawar-menawar," kenangnya.

Alumni Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta 2010 ini berujar, tantangan Bupati soal Indeks Pertanaman (IP) 2,0 kepadanya bukan tanpa alasan. Hal itu lantaran wilayah Desa Terusan dan Desa Pasar Terusan merupakan kampung halamannya.

"Kebetulan Bupati berasal dari sini juga, sanak saudaranya disinii juga, beliau pun paham betul tentang potensi yang ada di Pasar Terusan ini," tegasnya.

Dalam hal mengubah mindset petani, Dayat mengaku gampang-gampang susah. Apalagi ketika dihadapkan dengan adat kebiasaan turun menurun Desa Pasar Terusan.

"Enam bulan ternak di kandang, enam bulan ternak di lepas. Biasanya ketika petani selesai panen padi pertama, masyarakat pemilik ternak langsung melepas ternaknya. Ketika kita mau tanam kedua, kita sudah berhadapan dengan ternak masyarakat tadi," ujarnya.

Dayat sama sekali tak putus asa menghadapi fenomena semester antara petani padi dan peternak. Ia coba berkomunikasi dengan Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat Desa, guna menyikapi kondisi itu. 

"Alhamdulillah dibantu Pak Bupati memberikan pengarahan kepada Tokoh Masyarakat Desa Pasar Terusan. Tradisi itu harus dirubah, karena dari segi jumlah, ternak dan sawah itu jauh perbandingannya," katanya.

"Artinya yang banyak inilah diprioritaskan. Kalau bicara konsep berpikir petani padi dan peternak, pada dasarnya sama, mereka masih untuk konsumsi pribadi," imbuhnya.

Masyarakat pemilik ternak menjadikan ternak sebagai aset, jika ada keperluan mendesak bisa di jual. Akibatnya, mereka beternak bukan sebagai penunjang perekonomian, melainkan alakadar saja. 

"Saya buka ruang komunikasi secara kekeluargaan dari pihak peternak. Alhamdulillah tak ada yang menolak, peternak tak keberatan, karena rata-rata peternak punya sawah," gelak Dayat.

Pengalaman menyelesaikan fenomena semester peternak dan petani padi berujung ide cemerlang. Dalam tahun ini dia berencana mengintegrasikan peternakan dan pertanian. Pengelolaan secara efektif akan menghemat biaya pakan ternak. 

"Saya berpikir peternakan dan pertanian bisa di integrasi kalau memang dikelola secara baik. Sebab ketika ternak sudah dikelola secara baik, sumber pakan ternak bisa didapatkan dari pertanian, seperti jerami padi," rincinya.

Luas areal persawahan mencapai 300 hektar, kata Dayat, mampu menghasilkan jerami puluhan ton sebagai sumber pakan seluruh ternak masyarakat. Tinggal lagi pemerintahan desa memikirkan mesin pengolahan pakan berteknologi tinggi.

"Pola pengelolaan lahan yang memadukan kegiatan pertanian tanaman dengan peternakan untuk menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan, mendaur ulang sumber daya, dan meningkatkan produktivitas serta pendapatan petani," tuturnya.

Target Panen Raya Padi Tahun Depan

Masa jabatan Dayat sebagai Kepala Desa Pasar Terusan, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, berakhir 2029. Pemilik jargon 'Pasar Terusan Berbenah' ini menargetkan tahun depan bakal menggelar panen raya padi.

"Tahun depan sudah berani mengajukan diri ke Pak Bupati untuk panen raya padi di Desa Pasar Terusan," ucapnya.

Semangat juang Dayat menjadikan desa pimpinannya sebagai lumbung pangan patut diacungi jempol. Tahun ini dia mulai menggerakkan petani padi menanam benih IP 2,0. 

"Beberapa spot yang memenuhi syarat untuk uji coba tanam padi IP 2,0 sudah ditentukan seluas dua hektar. Kita akan lihat dimana kekurangannya, apa yang menjadi kendalanya, mungkin tahun depan barulah kita perluas ketika masalah-masalah itu bisa kita atasi," katanya.

Buah hati pasangan Husin Muhammad dan Saulatia ini akan melibatkan peran aktif dua kelompok Brigade Pangan Pasar Terusan. Kelompok Brigade Pangan akan menggarap masing-masing satu hektar lahan dengan benih padi IP 2,0. 

"Insya Allah hasil panen tanaman padi dua kelompok Brigade memuaskan. Karena tantangan terbesar saya mengubah kebiasaan ikut-ikutan masyarakat. Jika ada orang berhasil memulai duluan, menurut dia berhasil dan menguntungkan, dia akan ikut," ujarnya.

Desa Pasar Terusan punya tradisi kearifan lokal masyarakat yakni dalam satu tahun, enam bulan masyarakat menanam padi, enam bulan berikutnya masyarakat berkebun. Biasanya fokus ke tanaman darat, seperti kebun kelapa sawit dan kebun karet.

"Faktor alam mempengaruhi keberlanjutan tanaman padi karena setiap tahun lahan persawahan terendam banjir. Kondisi banjir ini membentuk secara alamiah masyarakat beraktivitas lainnya selama enam bulan berikutnya," terangnya.

Optimalisasi Kelompok Tani 

Setiap tahun musim tanam padi, Desa Pasar Terusan tak pernah absen menerima bantuan Pemerintah Kabupaten Batang Hari, berupa benih unggul tiga bulan panen.

Tak semua petani berkenan menerima bantuan benih padi tersebut. Dayat bilang ada juga beberapa petani memilih beli benih pakai uang pribadi sendiri benih bantuan itu bukan benih yang diharapkan.

"Sebagian petani lainnya masih ada juga menggunakan bibit lokal (bibit turunan), hasil panen tahun ini dijadikan benih untuk tanam tahun depan," bebernya.

Tak hanya benih padi unggul, bantuan berupa irigasi, pompanisasi, alsintan dan obat-obatan hama, sudah banyak diterima petani melalui kelompok tani. Tata kelola bantuan tingkat petani belum maksimal menyebabkan sejumlah bantuan tersebut belum begitu berdampak.

"Karena saya lihat, pola pertanian Pasar Terusan ini masih individual, padahal ada kelompok tani sebenernya lebih terarah. Ke depan saya intervensi mengoptimalkan peran kelompok tani," tegasnya.

Ia berharap masing-masing kelompok tani punya tata kelola sendiri sesuai karakter anggotanya dan lahannya. Kalau tanpa kelompok, penanganan permasalahan tanaman padi jadi tak efektif dan efisien.

"Biaya yang dikeluarkan petani secara pribadi pasti lebih tinggi ketimbang menggarap lahan pertanian secara kelompok. Dari Tujuh Dusun, Lima Dusun antusias masyarakat bertani sangat tinggi," katanya.

Bersambung...

DESA PASAR TERUSAN

PEMERINTAH DESA

HIDAYATULLAH, SE.

Kepala Desa

ASAD

Sekretaris Desa

ABDUL MUIS

Kasi Kesra

NAZIPA

Kasi Pemerintahan

WAHYUNI

Kaur Umum

KARMILA

Kaur Keuangan

MIFTAHUL JANNAH

Staf Perangkat

DITA ZACHROTUN NUR

Staf BPD

R . AMRIZAL

KEPALA DUSUN I PEMATANG LALANG

M YUSUF

KEPALA DUSUN 2

TARMIZI

KEPALA DUSUN 3

NASA I, S.Ag

KEPALA DUSUN IV

IDHAMSYAR

Kadus 5

JASWADI

Kadus 6

BAMBANG, S

Kadus 7

BANTUAN

Pertanyaan yang Sering Diajukan

  • Silahkan buka website: https://pasarterusandesa.id.

  • Semua pelayanan yang kami berikan tidak dikenakan biaya alias gratis.

  • Waktu pengurusan tergantung jenis pelayanan. Ada yang cepat dan ada yang lambat.

KONTAK

Kontak Kami

Alamat Kantor

Desa Pasar Terusan

Email

HP

087728792659